Senin, 05 November 2012

Zona Kenyamanan Mutlak



Beberapa waktu lalu aku nanya sama temenku yg pacarannya udah lebih dari 4 tahunan  "Gimana sih bro, biar awet sama pacar?"
Pengalaman pribadi nih pacaran diatas 1 taun, tiba-tiba diputusin ,Kenapa aku diputusin? Padahal kami happy-happy aja."

Terus dia jawab "Jelas aja kamu enggak tau kenapa diputusin, kamu itu udah masuk ke stage 'kenyamanan mutlak.' Stage yang paling fatal di relationship. Kenyamanan Mutlak itu adalah stage dalam hubungan dimana terjadi perubahan-perubahan di diri kamu yg cewek enggak suka.


Apa aja sih gejala-gejala kamu udah memasuki 'Kenyamanan Mutlak'?

1.Kamu jd enggak peduli penampilan. Diawal kencan kamu wangi, bersih, sopan, dll. Makin kesini makin jorok & bikin malu si cewek. Jadi lebih casual gakpapa, tapi bukan berarti jadi total ignorant sama penampilan mentang-mentang udah dapetin dia. Women hates it.
Kalo kamu enggak peduli sama diri sendiri, cewekmu bakal berasumsi kamu udah enggak peduli sama dia juga. Beware dudes


2. Jadi bocah PEMALAS. Kreatifitasmu di awal kencan berubah jadi 'cuma dirumah/kosan doang. Malas eksplor hal-hal baru. Disuruh jemput dia udah setengah hati, banyak komplain kalo lg main game dia minta sesuatu. Jelas banget bedanya. Kalo kamu malas buat urus hidupmu sendiri, cewek bakal berasumsi kamu males sama dia. Her attraction will wane.



3. Bukan sang pendengar yang baik lagi. Dulu tiap ceritanya kamu antusias dengerin, sekarang hobi bilang: "Yaudah lah ya.." Jangan juga jadi pengacara wannabe, dengan ngejudge & kasi advice yg redundant. Mereka cukup didengerin aja kok




4. Lupa sama tanggal-tanggal penting. Enggak usah inget semua, cukup tanggal pertama bekomitmen & ultahnya dia aja. Enggak berat kok. Keep celebrating. Ini untuk 'meremajakan' hubungan kamu sama dia. Enggak perlu tiap minggu, tiap 2-3 bulan lah. She'll love it :)


5. Jadi temperamental. Diawal kencan kamu itu pasti sabar & dewasa. Makin kesini malah makin panasan & mem-bocah. Macet marah, laper marah, disalip marah, dll. Emang enggak marah ke sang pacar, tp dia jadi ngerasanya kamu marah ke dia. Dan.. Kamu keliatan enggak bisa kontrol diri. Gimana nanti di bahtera rumah tangga? Scary..


6. Menjauhi dunianya. Kamu mulai males buat nyentuh dunia dia, yang terdiri dari: Her besties, keluarga, interest dia, dll. Apa salahnya nonton film cewek yg dia demen atau ke toko hellokitty yg dia suka sekali2, kamu enggak lgsung berubah jd cewek kok.


7. You take tour girl for granted. Kamu STOP memuji dia, kamu STOP say thanks, kamu anggap dia udh semestinya begitu. Kalo kamu stop muji dia, dia akan berasumsi kamu stop menyadari kehadirannya. Kalo dia enggak merasa spesial, kamu jg tidak spesial dimatanya. Cewek butuh perhatian dgn kadar tinggi dri org yg dia sayang. Kalo dia enggak dapet dari kamu lg, banyak cowok lain yg bisa kasih. Pacaran makin lama seharusnya makin mengerti dan memahami dong, bukan saling menganggap sudah-semestinya-begitu..

Dan.. 'Kenyamanan Mutlak' yg paling mematikan adalah........... Sadarkah kamu akan rambut barunya? Atau baju barunya? Setelah sekian lama pacaran.

So, kenyamanan itu tdk berbanding lurus dgn keamanan hubungan kamu. Justru kamu harus terus PUT EFFORT! Karna itu bensinnya.


Sebagai penutup.. Don't forget to remind her how hot she is, bro.. Doesn't care how long you have comitted with her.





Senin, 08 Oktober 2012

Jump



Why I jumped? because thats what people do... they leap and hope to God they can fly! Because otherwise, we just drop like a rock... wondering the whole way down..."why in the hell did I jump?"


But here I am N, falling. And there's only one person that makes me feel like I can fly... That's you.

Selasa, 18 September 2012

BERPIKIR SESUKA ANDA, BERPERILAKU SEPERTI ORANG LAIN




Kita semua pernah berbohong atau menyembunyikan perasaan kita yang sesungguhnya, karena kebebasan berekspresi yang sempurna adalah hal tidak mungkin dalam kehidupan sosial. Sejak kecil kita belajar untuk merahasiakan pemikiran kita, mengatakan hal-hal yang kita tahu mereka ingin dengar, memperhatikannya dengan hati-hati, jangan sampai menyinggung perasaan mereka. Bagi banyak orang ini normal, ada ide serta nilai-nilai yang diterima kebanyakan orang, dan tak perlu mendebatkannya. Kita percaya apa yang kita mau, tapi sambil menggunakan kedok. 

Namun, ada orang-orang yang tidak dapat mentolerir hal ini dan menganggapnya melanggar kebebasan, dan mereka merasa perlu membuktikan kelebihan nilai-nilai serta apa yang mereka percaya. Pada akhirnya, argumen mereka hanya akan meyakinkan segelintir orang dan menyinggung lebih banyak orang. Alasannya adalah karena kebanyakan orang memegang ide dan nilai-nilai mereka tanpa memikirkannya. 

Ada sisi emosional yang kuat dalam apa yang mereka percaya: Mereka sebenarnya tidak mau mengubah kebiasaan dan pemikiran mereka, dan saat anda menantang mereka, biarpun secara langsung melalui argumen atau secara tak langsung melalui perilaku anda. Mereka menentang.
Orang bijak dan pintar belajar lebih awal bahwa mereka dapat memperlihatkan perilaku serta ide konvensional tanpa harus mempercayainya. 

Kekuatan yang orang-orang ini dapatkan adalah dari dibiarkan seorang diri untuk mempunyai pemikiran yang mereka inginkan, dan untuk mengekspresikannya kepada orang-orang yang mereka mau, tanpa harus merasa diisolasi atau diasingkan dari masyarakat. Saat mereka mendapatkan dalam posisi yang kuat, mereka dapat mencoba meyakinkan kebenaran ide-ide mereka kepada lingkaran sosial lebih luas.

Penjabaran logika lebih jauh dari praktek ini adalah kemampuan tak ternilai untuk menjadi ‘all things to all people.” Saat kamu ada bersosialisasi, tinggalkan ide-ide serta nilai yang kamu percaya, dan pakailah kedok yang paling sesuai untuk grup yang kamu temui. Orang lain akan menangkap umpanmu karena merasa tersanjung kamu bisa berbagi ide dengan mereka. Jika hati-hati, mereka tidak akan menganggap kamu hipokrit karena kamu tidak menyatakan secara persis apa yang kamu percaya. Mereka juga tidak akan menganggap kamu kurang memiliki nilai. Pastinya kamu punya nilai, nilai yang kamu bagi dengan mereka.

Satu-satunya waktu dimana kamu bisa menonjol adalah saat kamu telah mencapai posisi kekuatan yang teguh, dan kamu dapat memperlihatkan perbedaan sebagai pertanda jarakmu dengan yang lain. Akan lebih aman bila kamu berbaur dan memelihara budaya yang ada. Berbagilah keaslian dirimu hanya dengan orang-orang yang bisa mentolerirnya serta mereka yang bisa mengapresiasi keunikanmu.

Sabtu, 01 September 2012

Move On Itu Semudah Membalikan Telapak Tangan


Hal paling pertama yang harus kamu lakukan setelah putus cinta (Dan setelah menangis meraung-raung tentunya) bukanlah mencari-cari cara untuk mendapatkan mantanmu kembali, yang biasanya hanya akan membawa kamu kepada kegalauan emosi yang lebih besar lagi. Hal pertama yang harus kamu lakukan justru adalah "mendapatkan dirimu sendiri" . Mengapa dan apa maksudnya? 


Hubungan yang membutuhkan investasi emosi yang cukup besar seperti pacaran biasanya cenderung membuat seseorang lebih memperhatikan pasangan dibandingkan dirinya sendiri, dan ketika dia diperhadapkan pada kondisi putus cinta, alias putusnya hubungan emosional dengan pasangan, gak jarang orang tersebut mengalami jet lag emosi. Antara perasaan mengharapkan kembalinya pasangan, mengasihani diri, menyalahkan keadaan, dan lain-lain.
Dan ketika perasaan itu muncul, maka tindakan-tindakan penyelamatan diri harus segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya kerusakan emosional yang mengarah kepada hal-hal buruk.

tindakan-tindakan “penyelamatan diri” yang bisa kamu lakukan adalah:
1. Buang Mantanmu dari Daftar Prioritas Kehidupanmu

Intinya adalah, karena sang mantan sudah tidak terhubung dengan duniamu lagi, maka kamu pun gak perlu repot-repot untuk menaruh dia dalam pikiranmu! Tempatkanlah kehidupanmu sendiri, pendidikan/karier , orang tuamu , sahabat dan temanmu , kegiatan-kegiatanmu , dan segala hal yang menyangkut kebahagiaanmu dalam daftar prioritas hidupmu .


2. Lakukan Reset

Intinya, jangan pernah menghubungi ataupun berkomunikasi lagi dengan sang mantan, dalam jangka waktu paling sedikit enam bulan. Tidak boleh ada bentuk inisiasi komunikasi apapun, dan tanggapi inisiasi komunikasi darinya dengan ala kadarnya. Hal ini untuk melepaskan “Ketergantungan Emosional” yang kamu dan mantanmu alami.


3. Bergaul dengan Lebih Banyak Lawan Jenis

Tetapi, jangan melakukannya dengan tujuan mencari pacar baru ataupun membuat sang mantan cemburu, lakukan hal ini hanya dengan satu tujuan tulus: menambah lingkaran pergaulan. Secara tidak sadar, kamu pun akan segera mengetahui bahwa mantanmu bukanlah satu-satunya di dunia, dan jumlah orang di sekeliling yang sama persis seperti mantan anda ada lebih dari dua lusin.

"Move on itu semudah membalikan telapak tangan , Hanya saja kamu sendiri yang gak mau Membaliknya "