Senin, 04 Juni 2012

She's the One..



She's the One Syndrome (SOS)

Ini adalah penyakit stadium lanjutan dari NGAREP. Ketika mendapat sindrom ini, seorang pria akan mengangap bahwa sosok wanita yang baru dikenalnya beberapa waktu saja, mungkin beberapa hari atau minggu, sebagai belahan jiwanya. Sebagai satu-satunya wanita yang dapat melengkapi dan memberinya kebahagiaan sejati dalam hidup. Belahan hati, tulang rusuk, atau puzzle yang hilang dan segala macam ungkapan puitis lainnya.

Parahnya lagi, banyak pria mengalami sindrom ini pada wanita yang bahkan belum dikenalnya! Mungkin mereka memang berada dalam lingkungan yang sama, dalam kelas yang sama di kampus, di gedung kantor yang sama, atau di tempat ibadah yang sama, tapi si pria hanya bisa melihat si wanita dari sudut ruangan saja dan mendesah lirih, "she's the one.."

Anggukkan kepala Anda 3 kali kalau Anda PERNAH atau SEDANG terjangkit penyakit tersebut. Dan ambil nafas yang dalam untuk mempersiapkan diri Anda untuk kenyataan berikutnya.


Baru-baru ini aku ikut basket karna terhipnotis anime kuroko basketball yang baru kutonton . Semua pemain basket pasti menginginkan sepasang sepatu canggih yang bisa membuatnya terbang seperti Michael Jordan, dan tidak terkecuali aku. Suatu hari ketika aku sedang berjalan-jalan di mall, aku melihat sepasang sepatu paling keren yang pernah kulihat . Sepatu itu begitu bagus, sampai deg-degan melihatnya. aku ngerasa sepatu itu dibuat sebagai pasangan hidup kakiku :3 . Satu-satunya sepatu istimewa yang bisa membuat aku bermain basket dengan lebih jago. aku membayangkan bila sudah memakai sepatu tersebut, aku akan memenangkan banyak pertandingan, menjadi MVP Kobatama dan bahkan direkrut oleh NBA!

This is it! Sepatu ini yang akan melengkapi hidupku dan membawa aku ke puncak kesuksesan karir basketku ! It's the One!

Semua pikiran ini berputar-putar di kepalaku bahkan SEBELUM aku nyobain itu sepatu , sebelum aku ngelihat harganya, ukuran, kecocokan terhadap style bermainku dan juga kenyamanan di kakiku . Tapi aku gak peduli dengan semua itu karena aku yakin hanya sepatu itu lah yang terbaik, BUKAN sepatu yang lain!

Apakah hal tersebut terdengar aneh dan mengada-ngada? Atau mungkin bodoh? Apakah Anda menganggap aku lebay? Karena aku jadi tergila-gila pada sesuatu yang sama sekali belum aku ketahui sepenuhnya. 


Tapi bro, perasaan euforia yang sama juga Anda rasakan ketika Anda tergila-gila pada seorang wanita yang belum begitu Anda kenal. Proses psikologis yang sama terjadi entah itu sepatu atau wanita. Apabila Anda mengatakan aku lebay dan aneh karena tergila-gila pada sepatu yang baru kulihat, maka Anda pun sama lebay dan anehnya ketika mengatakan bahwa Anda cinta/sayang pada seorang wanita yang belum atau baru Anda kenal :) .

Mungkin Anda pernah bertemu dan berkenalan dengan seorang wanita, entah di toko buku, di kampus, lewat Facebook, atau dikenalkan oleh seorang teman, dan Anda melihat dia begitu sempurna untuk Anda. Setelah pertemuan, telpon atau chatting pertama, Anda bercerita kepada teman Anda: "Gue jatuh cinta nih. Tuh cewek kayanya beneran belahan jiwa gw.." atau, "Gue suka banget sama dia, cocok banget sama gue kalo lagi ngobrol tuh bisa klop banget.." dan banyak cerita lainnya yang menunjukkan betapa cocok Anda dengannya.

Dan Anda membayangkan indahnya ketika Anda berpacaran dengannya, menghabiskan waktu bersama dengannya, atau ketika dia dengan gaun putih berjalan perlahan di atas karpet merah menuju Anda yang tengah menunggunya dengan senyum bahagia untuk mengucapkan janji pernikahan. Atau dengan imajinasi yang lebih lebay lagi, Anda bahkan membayangkan ketika Anda berdua berbulan madu, menjaga anak, dan menjadi tua bersama happily ever after. -___-

HEY, WAKE UP! 


Bangun dari tempat duduk Anda, dan push-up sampai Anda merasa bodoh sendiri atas kesalahan Anda tersebut. Setelah itu Anda dapat melanjutkan membaca artikel ini!

Anda tidak mengenalnya sama sekali. Bagaimana Anda bisa mengetahui dia adalah wanita yang tercipta untuk Anda? Mungkin Anda akan menyanggah AKU dengan menceritakan secara panjang lebar bukti-bukti kecocokan Anda dengan dirinya. Tapi asal Anda tau , kecocokan yang Anda pikir tersebut hanyalah ilusi belaka :) .

Apa yang sebenarnya terjadi adalah Anda berusaha mencocok-cocokkan diri Anda dengan dirinya. Anda menjadi seseorang yang sangat sensitif terhadap kesamaan antara Anda dan si dia. Akibatnya, Anda jadi mengambil bukti kesamaan tapi mengeliminasi ketidaksamaan. Karena Anda membutuhkan alasan untuk membenarkan sindrom She's the One yang sedang Anda rasakan.

Contohnya, dia sering berkata 'gitu' atau 'anyway, flyway, busway' di setiap akhir kalimatnya, dan Anda pun memiliki kebiasaan itu. Secara tidak sadar, Anda langsung menganggap itu kecocokan. Mungkin warna favoritnya sama dengan Anda, menyukai makanan yang sama dengan Anda, menyukai tipe musik yang sama dengan Anda, mempunyai orang tua yang sama dengan Anda (oops.. maksudnya orang tua Anda dan dia berasal dari daerah yang sama). Atau mungkin sepupu Anda dan sepupunya bersekolah di tempat yang sama, dan banyak lagi yang Anda bisa cari dengan otak kreatif Anda.

Masalahnya, Anda tidak menyadari bahwa otak Anda telah mentolerir semua ketidakcocokan di antara Anda berdua, menjadikan hal-hal tersebut sesuatu yang tidak penting. Akibatnya, yang Anda rasakan hanyalah kecocokan saja. Aku gak sedang membual, hal ini sangat normal terjadi pada diri setiap orang.


Dan hasilnya sudah jelas: BOOM! She's so perfect to be yours.

She's the One..

Di detik Anda mengucapkat mantra itu: "She's the One.." maka sejak itu pula segala hal yang dia lakukan menjadi hal yang sangat benar, sangat lucu, sangat menawan, sangat mandiri di mata Anda. Sedangkan ketika dia melakukan hal-hal yang menurut Anda mungkin kurang baik, kurang benar, atau tidak menawan, hal tersebut langsung Anda lawan dengan kata-kata, "Dia kan manusia juga, pasti ada salahnya.." atau, "Ah, gak apa-apa lah kalau cewek sedikit menuntut..", dan banyak lagi alasan lainnya.

Setelah Anda mengenalnya lebih jauh dan akhirnya sadar ternyata banyak kekurangan di berbagai aspek dalam dirinya, maka yang muncul dipikiran Anda adalah "Gue harus jadian sama dia supaya nantinya gue bisa menghibur kalau dia lagi sedih, bantuin dia kalau lagi ada masalah dan temenin dia kalau dia lagi sendiri..", dan tentu saja sangat banyak kata-kata lainnya di otak Anda yang membuat Anda semakin tersesat lebih jauh.

Coba Anda bayangkan lagi kisah kehidupan romansa Anda yang lalu-lalu atau yang sedang Anda jalani sekarang. Apakah perasaan Anda itu wajar? Apakah selama ini Anda telah bersikap lebay? Apakah dia memang sesempurna yang Anda bayangkan? Ataukah penyebab kenapa Anda sepertinya tidak pernah menemukan kebahagiaan romansa hanyalah satu hal sederhana yang disebut dengan She's the One Syndrome?

Jawab dengan jujur dari hati Anda sendiri.

Aku menulis pembahasan tentang She's the One Syndrome, pertama aku pernah mengalami langsung dan kedua karena sindrom ini sangat menyeramkan. Biasanya si penderita bahkan tidak menyadari ketika sudah terjangkit penyakit ini, dan tidak dapat sembuh sendiri tanpa adanya KESADARAN. Kesadaran atas apa yang terjadi pada pikiran dan emosi Anda. Kesadaran bahwa Anda telah melakukan kesalahan tanpa kesadaran. 


Yang perlu anda renungkan

-Anda harus SADAR dan TAHU dengan JELAS wanita seperti apa yang Anda inginkan 
-Anda harus SADAR bahwa Anda TIDAK BISA menilai dan mengetahui wanita lewat penampilannya saja 
-Anda harus SADAR Anda harus MENGENAL si wanita terlebih dahulu sebelum bisa mengalami HAPPILY EVER AFTER dengannya 
-Anda harus SADAR ketika Anda terjangkit sindrom ini, itu berarti Anda menunjukkan pada dunia bahwa si wanita adalah makhluk yang lebih sempurna yang Anda butuhkan untuk menyempurnakan hidup Anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar