Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Anime Baru Musim Semi 2012



Sejujurnya, belum lama ini, aku membaca artikel di ANN tentang perhitungan prospek ekonomi suatu anime. Dari sana aku belajar kalau membuat anime itu mahal. Benar-benar mahal. Dan susah. Melibatkan sang produser pergi ke sana-sini untuk mencari dana dan sebagainya. Lalu yang tersulit tentu saja ada bagaimana memperkirakan bagaimana semua pengeluaran itu akhirnya akan bisa balik, biasanya baru sesudah hitungan tahun.
Makanya, dengan melihat bagaimana production value untuk pembuatannya saja semakin ke sini semakin mahal, aku kurang lebih memaklumi bagaimana jumlah seri baru yang diproduksi per tahun akan semakin sedikit seiring dengan waktu. Apalagi bila yang kita perhatikan hanya seri-seri yang bagus saja.
Tapi deretan seri baru yang akan keluar pada musim semi ini ternyata mencapai tiga puluh, dan dalam sekejap saja aku langsung merasa dibohongi.

Eniwei, berikut ini, kayak biasa, adalah daftar sementara dari seri anime baru yang akan keluar pada musim ini. Kayak biasa, daftar ini enggak akan terlalu bisa diandalkan. Karena jumlah seri baru yang keluar benar-benar banyak, pembahasannya kali ini akan kucicicil.
(Aku agak malas memastikannya, jadi nama marga dan nama kecil yang tercantum di tulisan ini agak tertukar-tukar.)


———————
-
Tsuritama (A-1 Pictures)


Berlatar di kota Shonan, Enoshima, di mana hal-hal kuno dan modern membaur menjadi satu, berkisah tentang empat orang remaja lelaki, yang kurang lebih sama-sama tak puas dengan kehidupan mereka di kota itu, atas prakarsa salah satu dari mereka yang mengaku sebagai alien(?), pergi memancing bersama-sama.
Dilihat dari segi manapun, kisah empat sekawan Yuki (yang sulit bergaul), Haru (yang penuh semangat), Natsuki (yang selalu sebal), serta Akira (yang berasal dari India dan juga selalu membawa bebek peliharaannya) ini benar-benar terdengar aneh. Jelas bakal ada dramanya, tapi masih belum ada kejelasan plotnya akan berkembang ke mana. Kelihatannya ceritanya akan lebih digerakkan oleh karakter.  Yang pasti, gambar-gambar promonya kelihatan menarik, dengan nuansa angst remaja yang agak mengingatkanku akan game The World Ends With You. Desainer karakternya adalah Atsuya Uki yang membuat Cencoroll, jadi visualisasinya kurasa juga akan menjadi daya tarik tersendiri.
-
Tasogare Otome X Amnesia (Silver Link)


Seri drama misteri yang diangkat dari manga karya Maybe, dikenal juga dengan judul Dusk Maiden of Amnesia (‘gadis senja amnesia’). Ceritanya berlatar di sebuah sekolah swasta yang belum lama itu merombak bangunannya. Pelajar SMA kelas 1 bernama Niya Teiichi pada suatu hari berjumpa dengan hantu penunggu gedung sekolah lama, seorang gadis cantik bernama Kanoe Yuko. Yuko kehilangan ingatan akan penyebab kematiannya. Karenanya, sesudah akhirnya menemukan seseorang yang bisa melihat sosoknya setelah sekian lama, bersama Teiichi ia membentuk klub investigasi paranormal untuk mengumpulkan beragam petunjuk yang diharapkan akan menguak beragam misteri yang sekolah itu simpan, termasuk misteri kematiannya sendiri…
Aku belum sempat mengikuti perkembangannya, tapi aku pernah memeriksa manga aslinya. Seri ini termasuk yang enak dilihat karena menampilkan nuansa latar yang benar-benar kuat. Senja berwarna tajam yang selalu menaungi sepulang sekolah, lorong-lorong kosong yang sudah tak lagi dilalui siswa. Hal-hal seperti itu. Lalu karakter-karakternya juga terbilang menarik. Jadi kurasa ini salah satu seri yang akan menarik perhatian pada musim ini.
-
Zetman (TMS Entertainment)


Makhluk-makhluk separuh manusia dan separuh monster yang berkeliaran sebagai hasil percobaan misterius sebuah megakorporasi ternama. Seorang anak remaja yang menanggung takdir untuk menjadi pembasmi monster-monster ini. Lalu seorang anak remaja lain yang berusaha mewujudkan idealisme keadilannya melalui kedudukannya sebagai perwaris megakorporasi besar tersebut…
Diangkat dari manga seinen ternama karya Masakazu Katsura (yang dikenal dengan desain karakter ceweknya  yang sangat cantik), kisah superhero gelap yang sudah diserialisasikan lumayan lama ini akhirnya diangkat ke bentuk anime juga. Ceritanya sendiri lebih bergaya ala komik superhero Amerika, dengan fokus lebih ke intrik dan drama kehidupan yang dilalui para tokohnya daripada aksi. Karena konsepnya yang kayak gitu, aku enggak yakin apakah adaptasinya akan bagus, apalagi bila mengingat bagaimana serialisasinya masih berlanjut. Tapi ini pilihan bagus buat mereka yang merindukan kisah pahlawan super ala Guyver atau Junk yang gelap dan berat.
-
Saki Achiga-hen episode of side A (Studio Gokumi)


Spin off dari seri mahjong Saki karya Ritz Kobayashi, yang sempat dianimasikan pada tahun 2009 lalu. Seri kali ini berkisah tentang gadis SMP Takakama Shizuno yang berupaya membangkitkan kembali klub mahjong di Akademi Achiga demi bisa berjumpa kembali dengan kawan lamanya, Haramura Nodoka, yang telah menjadi pemain mahjong tingkat nasional.
Aku sama sekali tak tahu apa-apa tentang mahjong ataupun Saki. Tapi sesudah melihat betapa manisnya desain karakternya serta cerahnya warna-warna yang digunakan, aku langsung mengerti mengapa seri ini menjadi salah satu yang paling dinanti pada musim semi ini.
-
Fate/Zero 2 (ufotable)


Konklusi dari adaptasi anime Fate/Zero yang ditayangkan pada dua musim sebelumnya. Memaparkan akhir tragis dari perebutan artefak sihir Cawan Suci yang keempat dan penuntasan nasib dari ketujuh Master dan ketujuh Servant yang terlibat di dalamnya.
Apa lagi yang perlu dikata? Musim tayang sebelumnya secara mengejutkan berakhir menggantung di episode 13. Tapi dengan tingginya kualitas animasi yang telah diperlihatkan, kurasa hal itu bisa dipahami. Mereka-mereka yang penasaran (dan masih belum juga membaca terjemahan novelnya) kurasa akan terpuaskan dengan kelanjutan ini.
-
Hyou-ka: You can’t escape (Kyoto Animation)


Seri misteri remaja yang didasari oleh novel karya Yonezawa Honobu. Berkisah tentang cowok pemalas bernama Hotaro yang diperintahkan oleh kakak perempuannya untuk bergabung dalam klub sastra klasik di sekolahnya. Dari sana, ia tanpa diduga mulai terlibat dalam penelusuran misteri akan kematian salah seorang kerabat anggota klub itu yang berlangsung 33 tahun sebelumnya.
Belum banyak yang kuketahui tentang seri ini. Awalnya aku mengira ini akan menjadi seri misteri detektif biasa, tapi nampaknya akan ada elemen suspensnya juga (atau malah ini hanya drama remaja, dan bukan seri detektif sama sekali?). Kurasa seri ini layak diperhatikan bila kau menyukai gaya penyutradaraan anime-anime KyoAni.
-
Kore wa Zombie Desu ka? OF THE DEAD (Studio DEEN)


Musim tayang baru dari seri anime harem aksi komedi tak serius Kore wa Zombie Desu ka?, tentang Aikawa Ayumu yang dihidupkan kembali sebagai zombie oleh gadis necromancer Eucliwood Hellscythe dan berbagai petualangan aneh yang dijalaninya; yang sebelumnya melibatkan vampir ninja, gergaji mesin ajaib, dan masou shoujou.
Aku belum tahu banyak tentang detil cerita untuk musim tayang kali ini, walau kudengar akan ada hubungannya dengan petualangan Ayumu dkk melewati gerbang neraka. Bagaimanapun, ini seri yang benar-benar aneh dengan jalan cerita teramat enggak jelas. Tapi bagi kalian yang menyukai musim tayang yang pertama dan punya waktu untuk menikmati lanjutannya, kurasa seri ini cukup direkomendasikan.
-
Kimi to Boku 2 (J.C. Staff)


Kelanjutan drama kehidupan dan persahabatan empat remaja cowok dalam Kimi to Boku.
Meski tema yang diusungnya teramat sederhana, musim tayang sebelumnya dari seri ini dieksekusi dengan teramat baik. Jadi kupikir tak mengherankan bila ada musim tayang lanjutannya dengan begitu cepat. Sangat direkomendasikan bagi kalian yang menikmati musim tayang yang pertama.
-
Kuroko no Basuke (Production I.G.)


Kagami Taiga yang kembali ke Jepang dari luar negeri berharap bisa menemukan lawan tanding yang setara dengannya dalam permainan bola basket. Tapi yang ditemuinya di klub bola basket di SMA barunya  adalah Kuroko Tetsuya, siswa ceking yang meski sekilas terlihat berkemampuan di bawah rata-rata, memiliki kemampuan aneh untuk membaur di latar belakang dan menjadi pemberi assist yang tak tergantikan. Rasa ingin tahu Kagami mulai terusik saat terungkap bahwa Kuroko merupakan bagian dari ‘generasi keajaiban’ pemain basket dari SMP Teikou yang legendaris. Terlebih saat Kuroko menyatakan bahwa sekalipun dirinya berada di balik bayangan, dengan bantuannya, Kagami akan dijadikannya pemain nomor satu di Jepang…
Diangkat dari manga bola basket karya Fujimaki Tadatoshi yang diserialisasikan di Weekly Shonen Jump. Meski premisnya mungkin terdengar aneh, buat ukuran seri olahraga, seri ini lumayan menarik. Ada fokus lebih pada kerjasama antara kedua tokoh utamanya.  Tokoh-tokohnya menarik. Lalu adegan-adegan pertandingannya juga terbilang seru.
-
Medaka Box (GAINAX)


Berkisah tentang keseharian gadis super jenius Kurokami Medaka dan sahabat masa kecilnya yang relatif normal, Hitoyoshi Zenkichi, dalam mengurusi Dewan Siswa SMA Hakoniwa  dan mengatasi berbagai masalah. Terutama masalah-masalah melibatkan beragam tokoh aneh dan kekuatan-kekuatan ajaib, mengingat SMA Hakoniwa merupakan lahan percobaan untuk rencana penciptaan manusia sempurna: Flask Plan.
Diangkat dari manga karya Akatsuki Akira dan Nisio Isin, ini salah satu satu seri  Shonen Jump yang benar-benar lain daripada yang lain. Dengan banyaknya adegan percakapan serta premis cerita dan beragam tokohnya yang benar-benar aneh, mungkin ini bukan jenis seri yang akan cocok dengan semua orang. Tapi kalau kau bisa menyukainya, dan adaptasinya ke bentuk anime ternyata bagus…
-
Accel World (Sunrise)


Berlatar di Tokyo masa depan di mana teknologi augmented reality telah mampu menciptakan dunia virtual bagi kelima panca indera, kehidupan Arita Haruyuki, seorang anak SMP gendut yang rendah diri dan sering ditindas, berubah drastis setelah pertemuannya dengan Kuroyukihime, yang memperkenalkannya ke dunia rahasia para Burst Linker—orang-orang yang dengan suatu aplikasi ilegal mampu ‘mempercepat’ reaksi pengolahan saraf mereka. Di dunia virtual yang telah dipercepat itu, para Burst Linker yang telah kecanduan sensasi Brain Burst tersebut saling bersaing dalam suatu perebutan wilayah kekuasaan yang tiada akhir, dengan kemampuan percepatan mereka sendiri sebagai taruhan…
Aku lumayan menggemari seri novel aslinya yang ditulis oleh Kawahara Reki. Aspek sains fiksinya kuat. Eksekusinya mungkin masih harus dipertimbangkan. Tapi dengan plotnya yang seru, kurasa ini akan jadi salah satu seri yang akan kuperhatikan di musim ini.
-
Eureka Seven Ao (BONES)


Sekuel dari seri mecha Eureka Seven yang memukau pada tahun 2005. Mengentengahkan kehidupan seorang bocah remaja bernama Ao, yang dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya akibat asal-usulnya yang asing, dan bagaimana ia terlibat dengan kejadian-kejadian besar yang mengubah dunia bersama sahabatnya, Naru, dan mecha IFO yang bernama Nirvash.
Masih belum jelas kaitannya dengan seri yang pertama itu apa, selain dari hadirnya Nirvash dan kesamaan nuansa ceritanya. Dunianya yang dulu kering kini dipenuhi oleh lautan dan ceritanya bahkan dimulai dari kepulauan Okinawa. Ada monster-monster raksasa aneh yang menyerang. Lalu mungkinkah Ao tak lain merupakan putra Renton dan Eureka? Tak yakin apakah seri ini akan menyamai kesan kuat yang aku punya terhadap seri Eureka Seven yang dulu. Tapi kurasa ini bakal menjadi seri anime mecha dengan plot serta karakterisasi yang kuat setelah sekian lama.
-
Sakamichi no Appollon (Mappa, Tezuka Productions)


Dikenal juga sebagai Kids on the Slope, berlatar di Kyushu, pada musim panas tahun 1966, pelajar bernama Nishimi Kaoru, yang sebelumnya penyendiri dan hanya mementingkan pelajaran sekolah, berjumpa dengan si berandalan Kawabuchi Sentarou. Pertemuan itu menjadi awal perkenalan Nishimi dengan musik jazz serta persahabatan dalam arti sesungguhnya.
Diangkat dari manga berjudul sama karya Yuki Kodama, ini kayaknya akan menjadi seri drama kehidupan berlatar sejarah yang lumayan kuat. Beberapa nama besar yang turut kuperhatikan ada di deretan stafnya meliputi Shinichiro Watanabe sebagai sutradara serta Yoko Kanno sebagai pengarah musik. Dengan demikian, seri ini mempertemukan mereka kembali setelah kolaborasi mereka di Cowboy Bebop. Kurasa, kalau kau suka drama dan musik secara umum, ini benar-benar akan menjadi seri yang layak kau perhatikan.
-
Shining Hearts –Shiawase no Pan- (Production I.G.)


Didasarkan pada game Shining Hearts buatan SEGA untuk konsol PSP. Masih belum jelas apa cerita animenya akan sama, tapi game-nya sendiri berawal dari bagaimana seorang gadis misterius bernama Kaguya, yang telah kehilangan ingatan sekaligus emosinya, terdampar di Pulau Wyndaria dan kemudian ditolong oleh sang ahli pedang Rick bersama tiga bersaudari Neris, Amil, dan Airy; yang memperkerjakan Rick untuk bekerja di toko roti yang mereka kelola. Kisah berkembang dengan hadirnya sejumlah orang asing yang menginginkan batu roh di kalung Kaguya, serta bagaimana batu tersebut menjadi kunci untuk membuka gerbang ke dunia-dunia lain.
…Kalian tahu anime Shining Tears x Wind? Kurasa jadinya akan mirip itu, apalagi dengan desain karakter yang sama-sama dibuat Tony Taka. Nampaknya ini tipikal anime fantasi petualangan dengan dosis komedi dan kehidupan sehari-hari yang sedikit lebih banyak dari biasa.
-
Shirokuma Café (Pierrot)


Diangkat dari manga josei karya Aloha Higa, aku belum tahu banyak soal yang satu ini selain dari kenyataan tokoh-tokohnya adalah binatang dan sang pengelola kafe yang menjadi tokoh utamanya adalah seekor beruang kutub. Ini seri gag comedy, dan binatang-binatang lainnya meliputi lama, penguin, beruang, panda… yah, kalian tahu maksudku.
Masuhara Mitsuyuki yang sebelumnya menangani Chii’s Sweet Home dan Kobato akan berperan sebagai sutradara. Jadi mungkin kalian bisa sedikit membayangkan ceritanya jadinya akan seperti apa.
-
Sankarea (Studio DEEN)


Diangkat dari manga karya Hattori Mitsuru, ini kisah cinta aneh yang bermula saat Furuya Chihiro, seorang remaja penggemar film-film zombie, bereksperimentasi menciptakan ramuan yang ia harapkan dapat membangkitkan kembali kucing kesayangannya yang mati, berdasarkan gulungan misterius yang ia temukan di gudang rumahnya. Tapi saat Sanka Rea, seorang gadis cantik dari keluarga ternama, secara tak sengaja menemukan tempat percobaannya, dan secara tak dinyanya tewas dalam upayanya melarikan diri dari kekangan keluarganya…
Eniwei, manganya sendiri lumayan menarik perhatian berkat desain karakternya yang menarik serta temanya yang agak… ‘enggak biasa.’ Aku pribadi lumayan menyukainya. Meski fanservice-nya ada, dengan elemen cinta segitiga dan sebagainya, ceritanya sendiri memang menarik dengan misteri seputar gulungan Chihiro dan segala persoalan dengan keluarga Rea.
-
Natsu-iro Kiseki (Sunrise)


Kisah tentang empat orang gadis remaja yang bersahabat; Aizawa Natsumi yang enerjik, Mizukoshi Saki yang kalem, Hanaki Yuka yang ekspresif, serta Tamaki Rinko yang pendiam; dan keajaiban yang mereka lalui bersama di musim panas.
Sori, sejujurnya aku benar-benar belum tahu lebih banyak dari itu. Yang pasti, Seiji Mizuhima (yang menangani Fullmetal Alchemist, Gundam 00, dan UN-GO) kembali berperan sebagai sutradara. Lalu keempat tokoh utama diperankan oleh keempat personil girl band SPHERE (Minako Kotobuki, Ayahi Takagaki, Haruka Tomatsu, Aki Toyosaki). Sepertinya ini akan lebih dari sekedar seri drama kehidupan sehari-hari.
-
Nyarko-san: Another Crawling Chaos (Xebec)


Musim tayang kedua dari Haiyore! Nyaruko-san, tentang seorang cowok bernama Yasaka Mahiro yang berteman(?) dengan gadis bernama Nyaruko-san, yang tak lain adalah Nyarlathothep—sosok keji yang bisa berubah wujud dan pembawa kekacauan dari mitologi H. P. Lovecraft.
…Aku malas membahas ini. Tapi ada beberapa temanku yang menyukainya dan mengatai musim tayang pertamanya lumayan bagus.
-
Saint Seiya Omega (Toei Animation)


Seri televisi baru dari seri aksi legendaris, Saint Seiya. Seorang anak remaja bernama Koga yang mewarisi jubah perunggu Pegasus dari Seiya, harus berjuang bersama teman-temannya untuk menyelamatkan Saori Kido—jelmaan dewi Athena—yang telah membesarkannya, yang diculik oleh Mars sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan tatanan dunia baru.
Aku tak tahu apakah seri yang pastinya dipenuhi darah, keringat, dan teriakan pantang menyerah ini masih akan menarik perhatian seperti serinya yang dulu. Sebab bagaimanapun, zaman sudah berubah semenjak tahun 1980-an. Tapi para penggemar Saint Seiya memang dikenal lumayan fanatik, dan terlihat dari bagaimana seri ini premier pada waktu bersamaan di Brazil, Perancis, dan Taiwan juga. Teman-teman Koga akan menggunakan jubah-jubah perunggu baru yang berbeda dari yang digunakan teman-teman Seiya. Seiya yang sudah dewasa tampil kembali sebagai seorang ksatria jubah emas Sagittarius. Lalu ada tokoh utama yang feminin tapi benar-benar cewek hadir di dalamnya.
-
AKB0048 (Satelight)


Aku masih belum tahu detilnya, tapi ini seri yang terinspirasi dari perkembangan grup musik AKB48 yang tenar itu.
Aku belum bisa berkata-kata lebih dari itu. Ada banyak seiyuu tenar berperan di dalamnya, dan secara agak mengejutkan (tapi masuk akal) Kawamori Shoji yang sudah piawai menangani adegan-adegan konser di berbagai seri Macross menanganinya sebagai sutradara. Kurasa kalian bisa mengharapkan berbagai koreografi adegan pertunjukan konser yang keren dari seri ini.
-
Hiiro no Kakera (Studio DEEN)


Diangkat dari seri otome game yang lumayan populer, gadis remaja bernama Kasuga Tamaki mengunjungi kembali desa kecil yang pernah didatanginya di masa lalu; di mana ia terlibat dengan sejarah misterius keluarganya dan ancaman supernatural di sekitarnya, yang mengungkapkan takdirnya sebagai pewaris gelar Tamayorihime dari neneknya…
Seperti kebanyakan otome game lain, sang gadis yang menjadi tokoh utama akan terlibat dengan sejumlah cowok rupawan yang bersama menjadi semacam pelindungnya. Kayaknya plotnya juga lumayan menarik, melibatkan roh-roh alam kuno Jepang, monster-monster, serta masyarakat-masyarakat rahasia dari negara lain.
-
Uchuu Kyodai (A-1 Pictures)


Diangkat dari manga karya Kodama Chuya, berkisah tentang sepasang kakak adik, cita-cita mereka untuk menjadi astronot, serta jalan kehidupan mereka yang berbeda untuk mencapainya.
Aku belum tahu banyak soal seri satu ini, tapi salah seorang kenalanku lumayan merekomendasikannya. Jadi kurasa ini salah satu seri baru yang layak diperhatikan.
-
Queen’s Blade: Rebellion (ARMS)


Seri Queen’s Blade baru yang akan penuh dengan cewek, aksi, dan fanservice. Ratu Aldra telah dikalahkan. Namun Leina, sang pemenang turnamen Queen’s Blade, akhirnya pergi dengan meninggalkan tahta yang telah dimenangkannya. Claudette menggantikannya dalam menduduki takhta. Namun meski pemerintahannya adil pada masa-masa awal, secara misterius perilakunya berubah dan ia turut menjadi tiran keji seperti halnya ratu terdahulu. Annelote, sang ksatria putri, mulai menggalang kekuatan untuk memulai pemberontakan demi menumbangkan kekuasaan Claudette sekaligus menjalankan turnamen Queen’s Blade kembali.
Tingkat fanservice dari seri-seri Queen’s Blade terdahulu itu parah. Parah dalam artian benar-benar parah. Tapi meski kuakui plot dan pemaparan karakternya dari dulu memang selalu terdengar menarik.
-
Jormungand (White Fox)


Mengetengahkan wanita yang menjadi pedagang senjata dunia hitam bernama Koko Hekmatyar dan rekan-rekannya, mereka didatangi seorang anak pendiam bernama Jonah yang bergabung dengan mereka untuk menemukan pedagang senjata yang bertanggung jawab atas pembantaian keluarganya.
Seri penuh aksi ini diangkat dari manga karya Takahashi Keitaro dan sudah diterbitkan di sini oleh Level. Ceritanya kurang lebih sejenis dengan seri lain macam Black Lagoon, dengan petualangan para tokoh utamanya mengunjungi berbagai belahan dunia. Sori, aku pribadi enggak mengikutinya.
-
Pretty Rhythm Dear My Future (Tatsunoko Production)


Seri Pretty Rhytm baru yang mengetengahkan mahou shoujo serta ice-skating.
Hahaha, aku tak mengikuti Pretty Rhytm Aurora Dream jadi aku tak tahu tentang seri ini lebih dari itu.
-
Nazo no Kanojo X (Hoods Entertainment)


Dikenal juga sebagai Mysterious Girlfriend X, seri ini memaparkan kisah cinta aneh antara remaja cowok Tsubaki Akira yang baik hati dengan pacarnya, Urabe Mikoto yang sangaaat misterius dan tak biasa; yang dengannya Tsubaki menjalin semacam… sebut saja, hubungan batin.
Aku tak mau mengeluarkan spoiler apa-apa, tapi sebenarnya aku lumayan terkesan oleh manga aslinya yang dibuat Ueshiba Riichi ini. Premisnya benar-benar aneh, dan mungkin agak menjijikkan. Tapi nuansanya relatif tulus, dan meski agak… yah, begitu, para karakternya terbilang bersih.  Seri ini menuturkan perkembangan hubungan para tokoh utama seiring dengan semakin dalamnya mereka mengenal diri masing-masing.  Aku agak terkejut bahwa Hoods Entertainment yang menanganinya sih.
-
Acchi Kocchi (AIC)


Didasarkan atas manga karya Ishiki, ini seri komedi sederhana yang mengetengahkan kekonyolan sekelompok teman dari sejumlah kelas. Tokoh utamanya, Otonashi Io, adalah seorang cowok baik hati. Ia senantiasa ditemani Miniwa Tsumiki yang petite, tsundere, dan sangat naksir padanya, beserta teman-teman iseng mereka yang lain.
Ini jenis gag comedy yang leluconnya relatif berat di percakapan para tokohnya. Kalau kalian menganggap para karakternya menarik, bisa jadi kalian tertarik dengan tontonan ringan ini.
-
Jewel Pet Kira*Deco–! (Studio Comet)


Seri Jewel Pet baru yang dengan demikian mengenalkan pula jenis-jenis Jewel Pet baru dari Sanrio. Belum ada detil tentang ceritanya, tapi biasanya seputar seorang gadis manusia yang menjadi tokoh utama, Jewel Pet yang menjadi partnernya, serta sekolah sihir yang keduanya mesti jalani di Jewel Land.
Kali ini, kurasa aku takkan salah dengan mengatakan ini anime yang lebih diperuntukkan untuk anak-anak perempuan. Mana Ashida yang menyanyikan lagu pembuka dan penutupnya.
-
Sengoku Collection (Brain’s Base)


Belum ada kejelasan soal ceritanya, tapi ini adaptasi anime dari permainan TCG(?) yang mengadaptasi tokoh-tokoh era Sengoku sebagai gadis-gadis manis (seperti yang pernah dilakukan Sengoku Otome). Sepertinya akan berhubungan dengan persaingan untuk mengumpulkan enam harta pusaka yang bila dikumpulkan, dapat membebaskan ‘Dewa Kartu Perang’ yang tersegel…
Belum banyak yang kutahu soal yang satu ini, meski ada salah seorang temanku yang sepertinya… menantikannya. Satu hal menarik tentang anime ini adalah keterlibatan Keiji Gotoh (Kidou Senkan Nadesico, Gatekeepers) di dalamnya sebagai sutradara.
—————————————
Ada beberapa judul lain, tapi kurasa yang menonjol baru yang di atas saja. Selebihnya, ada beberapa seri anime flash. Tapi kejelasan soal ceritanya belum aku dapatkan.
Dari segi OVA/ONA, aku paling baru mendengar Upotte!! yang mengadaptasi berbagai senjata api terkenal dalam bentuk cewek-cewek cantik. Belakangan aku juga dengar ada OVA dari seri drama cinta remaja Kimi no Iru Machi yang kelihatannya lumayan disukai. Serta, yang mungkin paling menonjol, Ozma, yang merupakan karya terkini dari Leiji Matsumoto (aku akan memperhatikan ini).
Ngomong-ngomong film layar lebar pertama Tiger & Bunny juga akan keluar dalam waktu dekat ini.
Selebihnya akan kukabari lagi nanti.
(Dari ANN dan situs-situs biasa)

Rabu, 21 Maret 2012

Nisemonogatari



Berlatar di liburan musim panas sekolah, beberapa minggu sesudah akhir Bakemonogatari, Araragi Koyomi telah dipaksa(?) oleh dua gadis paling berarti dalam hidupnya, Senjougahara Hitagi dan Hanekawa Tsubasa, untuk melewatkan waktunya dengan belajar di rumah. Satu hari dilaluinya di bawah bimbingan Senjougahara. Lalu hari berikutnya akan ia lalui bersama Hanekawa.
Tapi kedamaian yang ia dapatkan berlangsung hanya sementara. Seorang pria asing bernama Kaiki Deishuu kembali hadir di kota. Dan kedatangan pria tersebut hanyalah awal dari serangkaian kesulitan baru yang harus Araragi hadapi terkait urusan-urusan supernatural; dimulai dengan masalah yang dihadapi oleh kedua adik perempuannya: Araragi Karen dan Araragi Tsukihi.
Aku agak malas menjelaskan sisanya. Tapi inti cerita Nisemonogatari (kurang lebih berarti ‘cerita tentang kepalsuan’), yang masih diangkat dari seri light novel karya Nisioisin, memang hanya sebatas itu. Ceritanya benar-benar hanya terkesan sebagai selingan, dan karenanya seri ini jelas tak semenonjol seri pendahulunya.

Araragi Karen                                                                                                Araragi Koyomi

                                                       

Araragi Tsukihi                                          Senjougahara Hitagi














Hanekawa Tsubasa                             Kaiki Deishuu































“Aku pacaran dengan Senjougahara…”


Ada dua bab utama dari seri ini, dengan masing-masing bab memberi fokus pada salah satu adik Araragi (Koyomi), yakni Karen Bee dan Tsukihi Phoenix.
Aku agak heran, karena inti cerita per babnya sebenarnya tak jauh berbeda dari durasi bab-bab di Bakemonogatari. Kalau begitu, apa yang membuat dua bab seri ini bisa sampai sepanjang 11 episode?
Apa iya semua waktu menonton kesebalas episode ini terbuang hanya lewat fanservice semata?
Damn.
Tapi tidak, tidak juga sih. Walau seri ini memang bisa dikatakan fanservice bagi penggemar seri Monogatari Nisioisin (dan pihak studio SHAFT selaku animator tampaknya memahami betul hal ini), dengan hampir semua tokoh lama tampil kembali dan bertingkah, asal kau cermati baik-baik, ada alasan tertentu kenapa semua ditatanya demikian. (Mungkin.)
Sengoku Nadeko yang manis tampil kembali di awal-awal cerita untuk mengingatkan kembali akan kesulitan ular yang dulu ia alami akibat rumor-rumor kutukan yang beredar. Diindikasikan juga bagaimana obsesinya terhadap Araragi memang sedemikian kuatnya, dan kelak menjadi pendorongnya untuk menjadi tokoh antagonis di seri-seri lanjutannya.
Kanbaru Suruga juga tampil kembali di awal-awal dengan memperlihatkan perkembangan keadaannya sesudah roh monyet itu mendiami tangannya. Gadis enerjik ini masih tetap mesum seperti biasa. Tapi diindikasikan bahwa kerabatnya, atau keluarganya, atau bahkan ibunya sendiri, mungkin berkaitan dengan Kaiki di masa lalu…
Hachikuji Mayoi, yang kini tak lagi merupakan roh tersesat, menjadi salah satu sosok yang paling Araragi bisa percaya tentang masalah-masalah supernatural ini, di samping bekas vampir Oshino Shinobu yang kini berdiam di dalam bayangannya. Kita diingatkan kembali akan detil hubungan mereka berdua. Hachikuji juga ditampilkan lebih sering di seri ini dibandingkan sebelumnya.
Berbicara soal Shinobu, digambarkan pula bagaimana hubungannya dengan Araragi mengalami perkembangan berarti di seri kali ini.
Oh ya. Berbicara soal judulnya sendiri, tema ‘kepalsuan’ memang memainkan peranan cukup besar dalam kedua bab seri ini. Aku tak tahu apakah itu hanya kebetulan atau memang menjadi sesuatu yang disengaja oleh Nisioisin. (:P) Tapi begaimana plot dan temanya secara apik menyatu pada kedua bab tersebut menurut merupakan hal yang benar-benar menarik.

Sengoku Nadeko                                                               Kanbaru Suruga



 Shinobu
Hachikuji Mayoi




















“…dan aku sangat suka Hanekawa…”


Kaiki Deishuu yang merupakan seorang penipu ulung menipu teman-teman sekolah Karen dan Tsukihi. Karenanya, Karen dan Tsukihi yang membentuk duo Fire Sisters menghadapinya untuk membuat perhitungan. Tapi hal yang tak mereka sangka terjadi, sehingga Araragi (Koyomi) jadi mesti turun tangan. Lalu dari sana terungkap pula bagaimana Kaiki juga pernah berkaitan dengan kesengsaraan yang dialami oleh keluarga Senjougahara, serta kutukan ular yang pernah menimpa Nadeko.



Bab Karen Bee kemudian diakhiri dengan konfrontasi atas Kaiki yang dilakukan bersama oleh Araragi dan Senjougahara. Dialog yang berlangsung pada adegan ini, seperti biasa, menjadi klimaks yang benar-benar menarik. (Walau mungkin tak seberkesan seharusnya sih.)
Bab Tsukihi Phoenix sendiri berkisah seputar identitas sesungguhnya dari Araragi Tsukihi, yang terungkap bersama kedatangan seorang wanita misterius bernama Kagenui Yozoru dan adik perempuannya(?), Ononoki Yotsugi. Pada bab ini juga dibeberkan kaitan yang Kagenui dan Kaiki pernah miliki dengan Oshino.








Tapi walau aku mengatakannya begitu, sebagian besar durasi Nisemonogatari benar-benar hanya diisi dengan fanservice sih. Fanservice-nya juga bukan tipe yang main-main, melainkan yang benar-benar mengeksploitasi sisi tak tahu malu Koyomi dan membuat para penonton berpikir, “Sial. Aku ingin membunuh orang ini. Aku ingin membunuh Araragi Koyomi. Aku ingin membunuh Nisioisin.”

    
He kissed his (not real) sister. Another reason why I want to beat Araragi.

wth

Begitu.
Terutama sehubungan dengan kelakuan Koyomi terhadap kedua adiknya.
Mungkin Koyomi memang main-main. Mungkin pembalasan Koyomi atas segala perlakuan buruk yang kedua adiknya pernah lakukan padanya di masa lalu. Tapi, yah, kau tahu maksudku.
Bagusnya, segala hal berarti dalam ceritanya nampaknya memang mereka sampaikan kok. Aku tak sepenuhnya yakin, karena porsi Tsukihi Phoenix jauh lebih sedikit dibandingkan Karen Bee. Tapi ceritanya sepertinya tertuntaskan, dan belum jelas apa akan ada ONA sebagai kelanjutan.
Mungkin ada alasan tertentu mengapa SHAFT membuatnya begini. Bisa jadi sebagian besar isi kedua jilid novel Nisemonogatari memang hanya basa-basi belaka.  Dan makanya hal-hal berarti itu dirasa cukup untuk disampaikan meski secara relatif dalam sekejap.
Aku sampai merasa mereka yang masih mengingat Unlimited Rulebook itu apa di akhir seri layak untuk mendapatkan pujian.

Kagenui Yozozru
 Ononoki Yotsugi( aku mengatakan ini dengan ekspresi)

“…tapi yang kelak ingin kunikahi cuma kamu, Hachikujiiiiii!” | “Gyaaaaaaa!”




Berbicara soal hal teknis, bila kalian sudah pernah melihat Bakemonogatari, maka kalian bisa membayangkan sendiri visualisasinya macam apa. Kebanyakan orang mungkin takkan terlalu mempedulikannya karena sisi nakalnya sih. Tapi kalau kuperhatikan baik-baik, kurasa cara SHAFT menangani visualisasi di Nisemonogatari benar-benar keren.
Timing setiap gerakannya itu bagus gitu. Benar-benar pas sesuai dengan suaranya. Efeknya tak terlalu kena ke kita karena ceritanya kayak gitu,tapi mungkin juga karena dunianya terkesan makin aneh, seri ini benar-benar enak dilihat kok. Begitu kau terbiasa dengan gayanya, tampilan Nisemonogatari bisa lumayan mengesankan secara bawah sadar.
Dari segi suara… hmm. Aku tak bisa bicara banyak sih. Lagu tema utama seri ini yang berjudul ‘Naisho no Hanashi’ dan memberikan warna ceria(?) dibawakan oleh pasangan duet ClariS. Meski bukan lagu supercell, Ryo yang bertanggung jawab atas aransemennya. Dan jadinya lagu ini memang menarik.                                

                                                 Dayum, aren't she a hot babe!
                                             
                               Araragi got what he deserved after what he had done during all of the episodes

Argh, sudahlah.
Singkatnya, kalau kau penasaran dengan kelanjutan Bakemonogatari, kau takkan punya pilihan selain menonton ini. Memang terkesan agak enggak guna sih. Tapi kalau melihat seri novelnya, seri ini memang akan menjembatani apa-apa yang akan terjadi selanjutnya, dan mungkin saja ada detil cerita (sangat) tersamar di dalamnya yang aku lewatkan.
Di sisi lain, kalau kau tak sebegitu maniaknya terhadap Bakemonogatari, maka seri ini takkan terlalu kurekomendasikan. Detil-detil soal apa yang berlangsung di dalamnya bisa kau cari di media lain, kalau-kalau suatu saat kelak ada lanjutannya yang akan menarik minatmu.
Hei, setidaknya kedua bab seri ini tetap berakhir manis.
Meski mereka tak banyak berperan di dalamnya, tampilan baru Senjougahara dan Hanekawa sesudah musim panas menjadi daya tarik lebih.
Lalu di akhir cerita, Senjougahara pun telah memotong rambutnya, menampakkan senyumannya, pertanda bahwa kepribadian dan perasaannya telah pulih seperti sedia kala.
Penilaian
Konsep: B+; Visual: A-; Audio: B+; Perkembangan: C-; Eksekusi: A-; Kepuasan Akhir: B